Masih ingat dengan cita-citamu diwaktu kecil? Atau masih ingat dengan hobbymu di masa lalu (atau mungkin masih berlanjut hingga sekarang ini)? Masih percaya dengan bakat terpendam? Atau masih bingung apa sebenarnya yang membuat kita merasakan kepuasan batin?

Namun, tahukah kamu apa perbedaan dari hobby, bakat, serta cita-cita? Apakah kita telah mempunyai itu semuanya? Atau kita sendiri tidak tahu, sebenarnya kita ini mempunyai hobby atau tidak? Mari kita bahas satu persatu....

Hobby? Apa sih sebenarnya hobby itu? Aku sendiri juga punya bermacam-macam hobby. Mulai dari nyanyi :D, membaca buku sampai hal yang paling kugemari adalah mendengarkan musik. Tapi, apa sih sebenarnya hobby itu? Penting ga sih bagi hidup kita? Hobby adalah suatu kegiatan atau aktifitas yang kita lakukan sehari-hari atau pada saat tertentu guna menyalurkan kegiatan di saat waktu luang. Singkatnya adalah kegiatan yang sering kita lakukan di saat waktu luang, sehingga pikiran dan hati kita sedikit lebih relax dari sebelumnya.
Benar saja, jika kita mempunyai hobby mendengarkan musik, kapanpun kita merasa jenuh dan kemudian mendengarkan musik, pikiran kita akan menjadi lebih ringan daripada sebelumnya. Atau, bila kita mempunyai sebuah hobby membaca, makan, maupun berolahraga. Semua hobby yang kita lakukan akan menyalurkan energi negatif kita menjadi hal yang positif. Selama kita berminat dengan hobby tersebut dan hobby tersebut merupakan kegiatan yang positif.

Banyak yang membicarakannya, banyak pula yang memendamnya sendiri dalam kebisuan. Yah, cita-cita memang tidak harus dibagi ke semua orang. Bisa saja kita menyimpannya sendiri dan berusaha untuk mencapainya. Namun, sebenarnya apa sih makna dari cita-cita itu sendiri? Cita-cita adalah gambaran dari tujuan hidup kita yang ingin kita capai di masa depan. Hal ini bersifat pribadi. Maka dari itu, setiap orang tidak boleh mencampuri atau mengomentari apa yang dicita-citakan oleh seseorang. Mungkin, cita-cita sama halnya dengan mimpi. Yah, kita pasti mempunyai mimpi. Namun beberapa orang, tidak suka menyebut hal itu dengan kata mimpi. Mereka lebih suka menyebut hal yang cita-citakan menjadi sebuah tujuan, bukan mimpi. Hal yang terakhir ini berlaku dengan saya.

3. Bakat
Semua orang dilahirkan pasti mempunyai bakat. Pasti! Bakat adalah suatu kondisi atau serangkaian karakteristik atau kemampuan seseorang yang dengan suatu latihan khusus memeungkinkannya mencapai suatu kecakapan, pengetahuan dan ketrmpilan khusus, misalnya kemampuan berbahasa, kemampuan bermain music dan lain-lain. Bingham (1986). Jadi, secara tidak langsung atau tidak kita sadari, kita telah ditakdirkan mempunyai bakat sewaktu kita dilahirkan oleh ibu di dunia.Makin banyak kita membuang waktu untuk merasa iri pada bakat ataupun kesuksesan orang lain, maka semakin sulit pula kita berkembang maju. Buang sikap negatif itu! - Andrie Wongso-
Ada yang menyadari bakat yang dia miliki, dan mengembangkannya. Bakat tersebut dapat menjadi prestasi tersendiri dan mungkin menjadi alat bantu mencari rupiah untuk penghidupannya. Adapula yang tidak menyadari bakatnya, sehingga tidak terasah dengan baik. Hal ini sering disebut bakat terpendam. Bakat sudah dapat dilihat sewaktu kita masih kecil. Ketika kita masih kecil suka bernyanyi, ada kecondongan besar bahwa kita mempunyai bakat dalam seni olah vokal. Jika orang tua kita sadar dan kita mempunyai minat untuk mengembangkannya, maka bakat tersebut akan terasah sampai dewasa.

Bila kita belum menemkan pekerjaan yang sesuai dengan bakat kita, bakatilah apapun pekerjaan kita sekarang. kita akan tampil secemerlang yang berbakat -Mario Teguh-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
komentar sih boleh . malah bagus ... tapi yang sopan ya :)